GRAIN News

Geliat Mobil Listrik di Jawa Timur

Thursday, 20 December 2012 13:16 by

Geliat Mobil Listrik di Jawa Timur

Adanya Center Of Otomotive Industries, terwujudnya mobil murah dan ramah lingkungan berbasis lokal, terwujudnya mobil listrik pedesaan, menjadikan Jawa Timur sebagai pusat komponen otomotif, menciptakan Unit Pelaksana Teknis otomotif merupakan harapan, keinginan dan target yang sebaiknya diwujudkan oleh  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur seperti yang disampaikan oleh Drajat Irawan, Kepala Bidang Industri Alat Transportasi, Elektronika dan Telematika dalam Focused Group Discussiondengan tema Kendaraan Low Cost and Green Car yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 17 Desember 2012, bertempat di Country Heritage Resort Hotel Surabaya. Diskusi dihadiri oleh IKM komponen mobil, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan SMK Mesin dan Otomotif, KADIN, SKPD Pemprov Jatim.

 

Dalam paparan yang diberi tajuk Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung mobil nasional dan mobil listrik di Jawa Timur, upaya-upaya yang diperlukan untuk memenuhi harapan tersebut adalah dengan: [1] meningkatkan SDM IKM komponen otomotif, [2] memfasilitasi standart kualitas produk industri komponen otomotif, [3] memfasilitasi penguatan teknologi produksi, [4] mendukung dalam pengembangan penciptaan pasar domestik dan pasar ekspor; yang didasarkan atas keadaan kekinian di Jawa Timur, bahwa ada sekitar 280 unit usaha IKM yang bergerak di bidang komponen otomotif, 32 perguruan tinggi mesin dan otomotif, 120 SMK Mesin, 203 SMK otomotif; dengan hampir 2 juta kendaraan roda empat yang berkeliaran di Jawa Timur.

 

“Indonesia pasti bisa, Jawa Timur pasti jaya”, begitu I Nyoman Sutantra menutup paparannya, yang memberikan pencerahan dari tingkat makro berkaitan dengan misi industri otomotif, strategi yang harus dicanangkan, kebijakan dan roadmap industri otomotif yang harus diwujudkan, kelembagan industri otomotif terutama perlunya Taman Teknologi Otomotif, sampai teknologi otomotif terutama teknologi kendaraan LCGC baik hybrid maupun listrik.

 

Dalam mewujudkan kendaraan LCGC diperlukan konsorsium dari para pemangku kepentingan di bidang otomotif antara lain: [1] Akademisi yang berperan dalam riset inovasi, pernacangan model dan prototipe, pengujian, review design, roadmap riset, dan publikasi serta paten, [2] Bisnis yang berperan dalam proses produksi, pemasaran dan promosi, penyusunan roadmap pengembangan industri, [3] Pemerintah yang berperan dalam regulasi, insentif pajak, perizinan, proteksi cerdas, kredit murah, BBM subsidi, pasar cerdas, dan [4] Pendidikan Vokasi yang berperan dalam pelatihan, inovasi, pengujian, pembuatan model dan prototipe; yang disingkat dengan AIPV (Akademisi, Industri, Pemerintah, dan Vokasi); yang kemudian harus dikoordinasikan dan diintegrasikan dengan baik.

 

Hartaya Kepala Bidang Pemetaan dan Perkembangan yang mewakili Asisten Deputi Iptek Pemerintah Kementerian Riset dan Teknologi menyampaikan bahwa, pengembangan kendaraan LCGC sudah tercantum dalam Agenda Riset Nasional (ARN) 2010-2014 dalam Bidang Teknologi dan Manajemen Transportasi pada topik Pemanfaatan Energi Alternatif; yang merupakan bagian yang dari Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor: 193/M/Kp/IV/2010 tentang Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Iptek 2010-2014. Sejalan juga dengan arahan Presiden pada saat Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi ke-17 Tahun 2012 di Gedung Merdeka Bandung: “Masalah energi terbarukan, masalah green car, saya sungguh mendorong agar Indonesia dalam waktu  lima tahun mendatang ini, sudah bisa memproduksi sendiri. Boleh pada hal-hal tertentu produksi bersama, joint production dengan negara lain, yang namanya green car, hybrid system, yang sangat efisien dalam penggunaan BBM sehingga tidak membebani negara dan baik untuk lingkungan. Yang kedua electric car, yang bisa digunakan di lokalitas-lokalitas tertentu yang tentunya sangat baik, sehingga transportasi kita yang terus bertambah jumlahnya itu, di satu sisi efisien untuk mengurangi (konsumsi ) BBM kita sekaligus berkontribusi untuk lingkungan”.

 

Sehubungan dengan arahan Presiden tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi akan menggulirkan Program Pengembangan Teknologi Transportasi Bersumber Daya Listrik yang antara lain terdiri dari: Konsorsium Riset Teknologi Baterei, Rancang bangun dan demo uji coba bus listrik, dan pembentukan Pusat Unggulan Iptek Transportasi Bersumber daya listrik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang bertaraf internasional dalam bidang teknologi transportasi sehingga terjadi peningkatan relevansi, produktivitas dan pendayagunaan iptek dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat.  

 

PT Great Asia Link (PT Grain) dari Surabaya, perusahaan yang akan memproduksi mobil listrik ELVI pada tahun 2013, yang diwakili Haryanto Setiawan selaku Manajer Pemasaran memaparkan ketertarikan perusahaannya untuk memproduksi kendaraan listrik sebagai awalan dari Mega Plan Vision Twenty Twenty dari perusahaan yang bergerak di bidang struktur baja. Melalui analisis dan kelayakan yang dilakukan, pada tahap awal sebagai industri mobil listrik dengan produk adalah Electric spare parts (Electric Motor, Motor controller, Lithium Battery & Electric Charger, Foot Throttle, Transaxeal Gear / Rear), Car  modificator (Franchise model, Spare part distributor, After sales service workshop),  Assembly (Ravi à APV model, Hivi à City car model, Hevi à Pick up model, Suvi à SUV model).

 

Dalam mengembangkan mobil listrik menggunakan konsep berawal di akhir dan berakhir di awal agar dapat bersaing dengan produsen mobil listrik negara lain, yaitu dimulai dari Integrator  & Manual assembly, Automatic assembly, Painting Station, Welding Station, dan diakhir Press / Stamping Station  (Car component, Body, etc &Supporting component).  Untuk menjadikan produk mobil listrik PT Grain sebagai mobil nasional maka akan digunakan konsep grain production quantum leap, dengan target tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN) pada tahun satu sampai tahun ke lima masing-masing 60%, 65%, 70%, 75% dan 80%. Prototipe produk dari PT Grain dipamerkan dalam pameran mini mobil listrik di Pendopo Kabupaten Magetan pada tanggal 11 Desember 2012, yang dihadiri oleh Bapak Presiden dan beliau berkenan melakukan test drive.

 

Untuk mendukung industri mobil listrik di Jawa Timur, PT Grain meminta peran Pemerintah terutama Provinsi Jawa Timur untuk memberikan dukungan berupa: [1] penyediaan subsidi listrik untuk penggunaan konsumsi listrik pada kendaraan angkot, [2] Free of Charge atau pembebasan bea balik nama & STNK karena zero emission & tidak menggunakan BBM, [3] pengadaan Staisun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dalam rute Angkot ( GPS monitoring ), [4] penyediaan emergency mobile quick charge (lithium type), penyewaan mobile baterai cadangan (lead acid type). 

 

Artikel terkait:

http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/12551

<< Back